Blog

Hadist Nabi Tentang Menuntut Ilmu

adist Menuntut Ilmu – Seperti yang kita ketahui bahwa menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. hukum wajib disini berlaku untuk ilmu agama mencakup ilmu fiqih seperti tata cara shalat, tata cara wudhu dan lain sebagainya. tanpa ilmu agama, maka dikhawatirkan seorang muslim melakukan keasalahan dalam ibadahnya sehingga amal ibadahnya tidak diterima oleh ALLAH SWT. ilmu agama tentu sangat berguna dalam menimbang segala sesuatu yang kita alami selama hidup di dunia yang singkat ini. seseorang yang berpegang kepada Al-Qur’an dan Assunnah maka dia akan menjalani segala aktifitasnya berdasarkan dasar dasar islam, sehingga hidupnya akan berkah dan senantiasa mendapat limpahan rahmat dan pahala dari ALLAH SWT . 

Dengan ilmu kita bisa mengetahui mana yang hala dan mana yang haram, denga ilmu kita bisa mengerjakan shalat dengan benar, menjalankan puasa dengan benar serta mampu menyikapi berbagai macam persoalan hidup sesuai syariat islam yang benar. karena seperti yang kita ketahui ditengah perkembangan zaman yang semakin jahiliyah seperti saat ini, ilmu agama sangat penting untuk menimbang segala sesuatu yang muncul dihadapan kita. mereka yang tidak berilmu malah akan berlaku sebaliknya, yaitu menyelesaikan berbagai macam persoalan dengan hawa nafsunya.
Pentingnya belajar dan menuntut ilmu sudah sangat jelas diterangkan ALLAH SWT dan telah dituangkan dalam Al-Quran surat Al Mujadalah sebagai berikut
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرُُ


Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ALLAH SWT ridho dan senang dengan mereka yang berjihad dalam menuntut ilmu sehingga ALLAH SWT akan mengangkat derajatnya. sehingga sudah jelaslah bahwa seorang muslim yang ikhlas dalam menuntut ilmu akan mendapatkan manfaat dan keutamaan yang besar. ia akan senantiasa hidup dengan cara cara yang islami dan sesuai dengan syariat Nabi Muhammad SAW.
Nah, kali ini muslim fiqih akan menyajikan info mengenai kumpulan dalil dari mahfudzot dan hadist hadist Nabi Muhammad SAW yang membahas tentang fadhilah, keutamaan dan kewajiban seorang muslim dalam menuntut ilmu. berikut kumpulan ayatnya dalam bahasa arab dan latin disertai dengan arti/penjelasannya . . .

Hadist Nabi Tentang Menuntut Ilmu
Kumpulan Hadist Nabi Tentang Menuntut Ilmu :

اطْلُبُوْا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْد
“Carilah ilmu sejak bayi hingga ke liang kubur.”
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ  أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
“Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya ; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR. Bukhari dan Muslim)
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

مٍطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap orang Islam” (Riwayat Ibnu Majah, Al-Baihaqi, Ibnu Abdil Barr, dan Ibnu Adi, dari Anas bin Malik)

مَْن سَلَكَ طَرِْيقًا َيلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيْقًا ِإلىَ اْلجَنَّةِ (رواه مسلم

Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR Muslim)

مُجَالَسَةُ الْعُلَمَاءِ عِبَادَةٌ . (الديلمى )
“Duduk bersama para Ulama adalah ibadah.” (HR. Al-Dailami)

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا ، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللَّهِ ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ الْعِلْمِ . (الطبرانى)
“Apabila kamu melewati taman-taman surga, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,”majelis-majelis ta’lim/ilmu.” (HR. Al-Thabrani)

إِنَّ مِنْ إِجْلاَلِ اللَّهِ ، إِكْرِامَ الْعِلْمِ وَ الْعُلَمَاءِ ، وَذِى الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ ، وَإِكْرَامَ حَمَلَةَ الْقُرْاَنِ وَ أَهْلِهِ ، وَ إِكْرَامَ السُّلْطَانِ الْمُقْسِطِ . ( ابوداود والطوسى )
“Termasuk mengagungkan Allah ialah mengormati (memuliakan) ilmu, para ulama, orang tua yang muslim dan para pengemban Al-Qur’an dan ahlinya, serta penguasa yang adil (Abu Dawud, dan al-Thusiy)

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscana akan difahamkan tentang urusan agamanya.”
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan tunjukkan baginya salah satu jalan dari jalan-jalan menuju ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakan syap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi meminta ampun untuk seorang yang berilmu sampai ikan yang ada di air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan purnama terhadap semua bintang. Dan sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya mereka tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian ilmu maka sungguh dia telah mengambil bagian yang berharga.”

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ النَِّبيُ صلى الله عليه وسلم : لاَحَسَدَ إِلاَ فِي اثْنَتَيْنِ : رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ مَا لاً فَسُِّلطَ عَلىَ هَلَكِتهِ فيِ الَحقّ ِ, وَ رَجُلٌ أَتَاهُ اللهُ الْحِكْمةَ فَهُوَ يَقْضِى ِبهَا وَيُعَلِمُهَا (رواه البجاري)

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda :”Janganlah ingin seperti orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain (HR Bukhari)

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim]

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ القِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ . ( البيهقي )
“Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah seorang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat.” (al-Baihaqy)

تَنَاصَحُوْا فِى الْعِلْمِ ، وَلاَ يَكْتُمْ بَعْضُكُمْ بَعْضُا ، فَإِنَّ خِيَانَةً فِى الْعِلْمِ أَشَدُّ مِنْخِيَانَةٍ فِى الْمَالِ . ( ابو نعيم )
“Saling berlakulah jujur dalam ilmu dan jangan saling merahasiannya. Sesungguhnya berkhianat dalam ilmu pengetahuan lebih berat hukumannya dari pada berkhianat dalam harta.” (Abu Nu’ai)
Nah, itu tadi sedikit yang bisa kami bagikan mengenai hadits Nabi tentang menuntut ilmu. sebegitu pentingnya ilmu agama sehingga syariat islam mewajibkan setiap muslim untuk senantiasa belajar dan mencari ilmu sebanyak banyaknya agar hidupnya senantiasa diridhoi oleh ALLAH SWT. bahkan telah kita ketahui juga bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari setelah selesai shalat subuh berdo’a kepada Allah yang mana dalam doanya beliau senantiasa berharap agar diberi ilmu yang bermanfaat, berikut doanya :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”

Semoga yang sedikit tersebut bisa bermanfaat dan menambah wawasan serta membuat kita semangat dalam menuntut ilmu. sehingga bagi anda yang sedang menempuh berbagai macam jenjang pendidikan apapun, tetap tidak lupa dalam mempelajari ilmu agama karena seperti yang kita ketahui sesuai hadist Nabi diatas bahwa menuntut ilmu agama hukumnya wajib jika anda beragama islam. Wallahu A’lam Bishawab.

Sumber : http://muslimfiqih.blogspot.co.id/2015/05/kumpulan-hadist-nabi-tentang-menuntut-ilmu.html#ixzz4S18REpBZ

 

Rasulullah SAW bersabda :
Barangsiapa yang mengajak/menunjukkan kepada seseorang suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka.
Beritahu teman Anda dan Support Admin “Muslim Fiqih” dengan cara membagikannya melalui link sosial media dibawah ini, Jazakumullah khairan katsiran.

Sumber : http://muslimfiqih.blogspot.co.id/2015/05/kumpulan-hadist-nabi-tentang-menuntut-ilmu.html#ixzz4S18djJEQ

Advertisements

Selamat Hari Guru 25 November

 

TANGGAL 25 November diperingati sebagai Hari Guru di Indonesia. Sejarah tentang peringatan Hari Guru di Indonesia dimulai pada 1912 saat terbentuknya Persatuan Guru Hindia-Belanda (PGHB).

Pada era yang sama, bermunculan organisasi guru lainnya dengan beragam latar belakang yang berbeda seperti agama, politik, suku, dan lain sebagainya.

Pada tanggal 24-25 November 1945, diselenggarakanlah Kongres Guru Indonesia di Surakarta yang bertujuan membaurkan organisasi guru dengan latar belakang yang berbeda itu. Pada saat yang sama mereka menyatakan diri bersatu dalam wadah bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Pada kongres tersebut, mereka juga serentak menyuarakan untuk mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan, serta membela hak dan nasib buruh pada umumnya, khususnya guru.

Setelah 49 tahun berselang, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, tanggal 25 November ditetapkan sebagai Hari Guru. Peringatan Hari Guru juga diperingati bersamaan dengan perayaan ulang tahun PGRI.

Berkaitan dengan perayaan Hari Guru, akhir-akhir ini kita malah disuguhi pemberitaan yang melibatkan kekerasan yang melibatkan murid dan guru. Meski demikian, banyak pula contoh baik hubungan antara murid dan guru.

”Terpujilah wahai engkau Ibu-Bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku ‘tuk pengabdianmu

Lirik tersebut merupakan lagu berjudul Hymne Guru karya Sartono. Lagu tersebut biasanya dinyanyikan pada saat peringatan Hari Guru. (Yoga Saputra)***

MENGENAL GAMBARAN SISTEM PENDIDIKAN DI JERMAN

Mengenal Gambaran Sistem Pendidikan di Jerman

Masing-masing negara memiliki sistem pendidikan tersendiri. Tidak jarang keunggulan atau kekurangan sebuah bangsa dapat tercermin dari sistem pendidikan negara tsb. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran sistem sekolah di Jerman tanpa hendak memperbandingkan dengan sistem pendidikan di negara kita. Anak di Jerman memulai “sekolah” sejak dini. Sejak umur dua hingga tiga tahun, mereka telah mulai masuk pra-sekolah yang diberi nama Kinderkrippe. Di Kinderkrippe, perkembangan motorik maupun sosialisasi anak dikembangkan. Lewat suara, warna, atau berbagai permainan, anak bermain permainan yang mendidik dan bermanfaat bagi perkembangannya. Sesuai bobot umurnya, Kinderkrippe hanya memberikan waktu maksimal 30 jam bagi anak untuk bersekolah. “Lulus” dari Kinderkrippe, anak umur tiga hingga enam tahun mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak (Kindergarten). Sama seperti di Kinderkrippe, anak TK juga belajar sambil bermain. Penilaian yang diberikan oleh pendidik hanya berupa gambaran sifat, kemampuan, dan interaksi anak selama di sekolah. Juga seperti Kinderkrippe, maksimal anak rata-rata hanya bersekolah 38 jam per minggu. Meski demikian, Kinderkrippe dan Kindergarten bukanlah hal yang wajib bagi anak.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/velyzega/mengenal-gambaran-sistem-pendidikan-di-jerman_56e83550947e61281dcf363f

Wajib sekolah dimulai sejak masa sekolah dasar hingga kelas kelas 9. Dengan kata lain, wajib belajar di Jerman berlangsung selama 9 tahun. Meski demikian, masing-masing negara bagian memiliki peraturan masing-masing sehingga ada juga negara bagian yang mewajibkan sekolah hingga 12 tahun. Rata-rata total waktu sekolah di Jerman 38,5 jam per minggu. Selain itu, sebagian besar sekolah di Jerman dimulai pukul 8 pagi. Sekolah dasar di Jerman rata-rata berlangsung selama 4 tahun. Meski berlangsung cukup singkat, anak baru mulai memiliki raport yang berisi angka sejak kelas tiga SD. Di kelas satu dan dua, anak diberi penilaian kualitatif mengenai kemampuan dan sosialisasinya di sekolah. Selain itu, di kelas satu dan dua anak baru mulai mengenal angka dan huruf, serta mulai belajar membaca dan berhitung. Ujian kelulusan SD dilakukan di kelas empat. Hasil ujian kelulusan akan menjadi penentuan jenis sekolah anak berikutnya.

Jenjang pendidikan setelah SD terbagi menjadi tiga bagian, yakni Hauptschule, Realschule, dan Gymnasium. Pembagian jenjang ini didasarkan pada nilai hasil ujian kelulusan di SD. Haupt dalam bahasa Indonesia berarti utama dan Schule artinya sekolah. Sekolah utama atau Hauptschule berlangsung hingga kelas 9. Di Hauptschule, siswa pada dasarnya mempelajari hal yang dapat dipraktekkan dalam bekerja. Dengan kata lain, sekolah ini adalah sekolah untuk bekerja. Realschule adalah jenis sekolah selain Hauptschule yang dapat ditempuh anak setelah lulus SD. Realschule berlangsung hingga kelas 10. Di Realschule, siswa mempelajari teori seperti fisika, kimia, biologi, matematika, dsb dengan bobot tertentu dan tergantung fokus yang mereka pilih. Sekolah lainnya setelah lulus SD adalah Gymnasium. Gymnasium dapat digambarkan semacam SMA karena berlangsung hingga kelas 12. Di Gymnasium, siswa juga belajar fisika, kimia, dsb. Bobot teori di Gymnasium prosentasenya tinggi. Ujian kelulusan Gymnasium bernama Abitur. Dalam abitur, siswa dipersilahkan memilih tiga jenis mata pelajaran yang akan diikutkan untuk ujian kelulusan. Abitur bentuknya essay dan berlangsung antara tiga hingga empat jam. Jenis lain yang merupakan gabungan dari tiga jenis sekolah tsb adalah Gesamtschule dan Realschule Plus. Realschule Plus menggabungkan Hauptschule dan Realschule. Sedangkan Gesamtschule menggabungkan ketiga jenis sekolah tsb. Penggabungan sekolah umumnya didasarkan pada pertimbangan bahwa masih terlalu dini untuk menilai kemampuan siswa pada kelas empat, sehingga dengan sekolah yang digabung, anak memiliki pilihan yang sesuai dengan kemampuan. Hal yang menarik dari konsep ini adalah adanya kemungkinan siswa untuk pindah ke jenis sekolah lain. Jika menurut penilaian guru siswa memiliki kemampuan lebih atau kurang, siswa dapat dipindah ke jenis sekolah yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswa. Tahap selanjutnya setelah Hauptschule dan Realschule adalah Berufschule. Karena hampir setiap pekerjaan di Jerman mewajibkan kerja praktek (Ausbildung) yang rata-rata berlangsung selama dua tahun, maka sebelum terjun ke dunia kerja, siswa bersekolah di Berufsschule. Beruf yang artinya kerja dan Schule yang berarti sekolah menawarkan berbagai jenis program mulai dari pekerja teknik, tukang sampah, koki, penjual, guru TK, suster, pemotong rambut, sekretaris, dsb. Ausbildung dilaksanakan dengan sistem beberapa hari dalam seminggu bekerja dan beberapa hari dalam seminggu masuk sekolah. Dengan demikian, apapun jenis pekerjaannya, mendapatkan pekerja yang berkualitas merupakan jaminan di Jerman.

Tahap setelah lulus Abitur adalah kuliah. Secara garis besar, terdapat dua jenis perguruan tinggi di Jerman, yakni universitas (Universität) dan institut (Fachhochshule). Berbeda dengan di Indonesia, universitas menawarkan program studi selain teknik, seperti ekonomi, pendidikan, hukum, geografi, matematika, atau psikologi. Sedangkan institut pada dasarnya menawarkan program studi teknik, seperti teknik mesin, teknik bangunan, teknik sipil, arsitektur, dsb. Meski demikian, tetap ada pengecualian. Misalnya, beberapa universitas menawarkan program studi teknik informatika. Selain itu, beberapa institut menawarkan program studi ekonomi. Karena penggolongan jenis pendidikan setelah lulus SD, kualitas pendidikan di Jerman kurang lebih sama. Dengan demikian, tidak mengherankan jika rangking sekolah atas sistem akreditasi tidak terdapat dalam sistem pendidikan di Jerman. Meski demikian, tetap ada universitas atau institut favorit. Akibat terbatasnya jumlah penerimaan mahasiswa di Jerman, calon mahasiswa harus melamar ke perguruan tinggi yang dituju. Syarat seleksi pada dasarnya nilai Abitur. Selain itu, terdapat syarat lain seperti mata pelajaran yang diambil saat Abitur.

Hal yang menarik adalah jarang ada sekolah maupun perguruan tinggi swasta di Jerman. Hal ini mungkin karena pendidikan di Jerman pada dasarnya gratis. Satu-satunya jenjang pendidikan yang mewajibkan pembayaran adalah jenjang perguruan tinggi. Di jenjang ini terdapat iuran semester. Meski demikian, lewat iuran semester mahasiswa dapat mengakses bis, trem, kereta, dan bentuk transportasi publik lainnya. Selain bentuk pendidikan yang telah dijabarkan sebelumnya, terdapat jenis lembaga pendidikan lainnya seperti Berufsakademie dimana lulusan Berufschule dapat menempuh pendidikan ke jenjang selanjutnya, atau ada Volkshochschule yakni lembaga kursus dari pemerintah daerah yang menyediakan berbagai keterampilan mulai dari komputer, bahasa, dsb dengan harga sangat terjangkau. Membandingkan langsung sistem pendidikan di Jerman dengan di negara kita untuk dapat mengetahui apakah sistem yang sama dapat diterapkan disini tentulah perlu kajian sistematis dan ilmiah. Tulisan ini hanya hendak memberi gambaran bagaimana sistem pendidikan di Jerman. Sumber: Wiki/Kinderkrippe Wiki/Kindertagesstätte 40 Stunden in der Kita – wie viel Kindertagesstätte verträgt ein Kind?  Ist Kindergarten Pflicht? Wiki/Schulpflicht  Schule ist für viele Kinder Vollzeitjob  Wiki/Unterrichtsstunde  Wiki/Hauptschule Wiki/Realschule   Wiki/Abitur nach der zwölften Jahrgangsstufe  Hinweise zur Vorbereitung auf die schriftlichen Abiturprüfungen im Landesabitur 201 Wiki/Bildungssystem in Deutschland Ausbildungsberufe von A bis Z   Hochschulen in Deutschland Wiki/Berufsakademie

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/velyzega/mengenal-gambaran-sistem-pendidikan-di-jerman_56e83550947e61281dcf363f

SISTEM PENDIDIKAN DI INGGRIS

England, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara merupakan empat daerah administratif yang memiliki regulator pendidikan yang berbeda. Pemerintah Inggris membawahi England sedangkan ketiga lainnya membawahi pengaturan pendidikan di masing-masing daerah Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Pengawasan pendidikan di England secara nasional dilakukan oleh Departemen Pendidikan (Department for Education-DfE) dan Departemen Bisnis, Inovasi, dan Keterampilan (Department for Business, Innovation and Skills – BIS) (Soelaiman, 2014)

Sistem pendidikan di Inggris dibagi menjadi beberapa jenjang berdasarkan usia siswa (Gambar 1), yaitu :

  1. Pendidikan pra-primer (pre-primary education), usia 3-4 tahun
  2. Pendidikan primer (primary education), usia 4-11 tahun
  3. Pendidikan sekunder (secondary education), usia 11-16 tahun
  4. Pendidikan lanjutan (further education), usia 16-18 tahun
  5. Pendidikan tinggi (higher education), usia di atas 18 tahun

(Soelaiman, 2014)

Setiap tahun, kalender akademik dimulai pada bulan September dan berakhir pada tahun berikutnya pada bulan Juni atau Juli. Satu tahun akademik dibagi menjadi 2 semester: semester 1 dimulai pada bulan September hingga Januari, kemudian semester 2 dimulai akhir Januari sampai akhir Mei (Atdikbudlondon, 2014).

Sistem pendidikan Inggris mengikuti wajib belajar dari pendidikan pra primer, primer, dan sekunder, sampai usia 16 tahun. Kelulusan dari program ini ditandai dengan diterimakannya GCSE (General Certificate of Secondary Education) (Atdikbudlondon, 2014).

Setelah GCSE, siswa harus menempuh pendidikan selama 2 tahun pada pendidikan lanjutan. Pendidikan lanjutan ini terdiri dari AS (Advanced Subsidiary) level dan dilanjutkan dengan A-Level/Business and Technology Education Council (BTEC) /International Baccalaureate (IB) / Cambridge Pre-U yang dapat ditempuh dalam sekolah yang sama, sixth form college atau further education college. Didapatkannya sertifikat A-level merupakan syarat untuk siswa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Pada jenjang pendidikan ini, sistem pendidikan juga memberikan kesempatan untuk siswa yang ingin segera dapat terjun ke dunia kerja dengan masuk ke sekolah kejuruan (vocational). Pada akhir sekolah ini, siswa akan mendapatkan sertifikat National Vocational Qualification (NVQ). Sistem pendidikan di Inggris juga tidak menutup kemungkinan jika ada siswa sekolah kejuruan yang akan melanjutkan pendidikannya ke pendidikan tinggi. Siswa dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi jika secara akademis memenuhi syarat.

Jenjang yang lebih jauh, yaitu pendidikan tinggi (higher education), terdiri dari pendidikan sarjana dan pasca sarjana. Pendidikan sarjana dapat ditempuh selama 3 tahun. diawali dengan master yang dijalani selama satu tahun, kemudian pendidikan doktor selama 3 tahun (Soelaiman, 2014).

Untuk mahasiswa asing, United Kingdom Council for International Student Affairs (UKCISA) memberikan informasi yang dibutuhkan jika ingin belajar di Inggris. Institusi tersebut merupakan institusi nasional yang memberikan dukungan penuh terhadap penyaluran informasi untuk pelajar asing. Informasi tersebut dapat diakses melalui website www.ukcisa.org.uk/student (Atdikbudlondon, 2014).

 

Referensi :

  • (2014). Panduan Praktis Sekolah ke Inggris (pp. 1–120).
  • Soelaiman, T. A. F. (2014). Sistem Pendidikan di Inggris (pp. 1–154).

Pendidikan di Inggris